Meningkatkan CVR
dengan Menghilangkan Friksi

Ketika scale budget saat product page belum siap → budget kebakar sia-sia. Optimalkan halaman dulu, baru gas gacorin iklannya.
Ga ada yang instan. Ga ada yang sekali langsung berhasil.
Tapi perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus — optimasi satu elemen, perbaiki satu friction, test satu variabel —
itulah yang compounding jadi hasil besar dalam jangka panjang.
Prinsip CRO · Optimize Friction, Not Just Revenue
01Fondasi CRO & Funnel Analysis

Macro vs Micro Conversion

Macro Conv = Sales (tujuan akhir). Micro Conv = Sales yang tertunda — sinyal intent di tengah funnel.

Macro Conversion

  • Purchase
  • Submit lead form
  • Register event
  • Reservasi

Micro Conversion

  • Click product
  • Add to cart
  • Initiate Checkout

Jangan Terlena ROAS Tinggi — Mulai Audit Friksi

Kebanyakan orang fokus di Conversion, padahal bocornya bisa dari mana saja di funnel.

Awareness
Awareness Leak (The Click Gap) — Traffic loyo, impresi tinggi tapi klik zonk
Consideration
Consideration Drop-off (The Trust Gap) — Produk dilihat tapi tidak ada yang berani Add to Cart
Conversion
Decision Barrier (The Payment Gap) — Barang mandek di keranjang, user ragu saat checkout
ROAS tinggi bisa jadi tanda kamu udah menghabiskan funnel atas. Temuin friksinya dulu, baru optimasi.

Ubah Mindset: Optimize Friction, Not Just Revenue

1. Find Friction

Look for the leaks. Where do people drop off?

2. Reduce Friction

Optimize the product page & the trust signals.

3. Conversion Follows

Revenue is the byproduct of a frictionless experience.

02Gameplay Dulu vs Sekarang

Cara Salah Kaprah Naikin Omset (Dulu)

Scale Budget Ads Agresif

Scale budget tanpa perhitungan — panas ngelihat kompetitor naik

Perbanyak Konten

Produksi konten banyak tanpa struktur objektif yang jelas

Campaign Heboh

Gonta-ganti promo setiap hari, perang harga, pembeli jadi ga loyal

Hasilnya: Visibility ngebut → omset segitu-gitu aja → Conversion Rate Drop

Old Rule vs New Rule

Old Rule ↗

Fokus ke Volume Traffic sebanyak-banyaknya

  • Cost Per Click murah
  • Scaling Budget Gila-gilaan
  • Traffic tumbuh = sales tumbuh

New Rule ↗

Fokus ke Attention & Behavior

  • High CTR maintenance
  • PTR (Purchase-Thru Rate) Control
  • Content & Page Quality = Your Algorithm
Dulu dan sekarang gameplaynya udah beda. Spend ads tanpa perhitungan = judi. Conversion goals tercapai jika micro conversion di masing-masing tahap funnel berjalan tanpa hambatan (minim friction).

3 Metrik Kunci New Rule

Fokus CTR

Alokasikan budget hanya untuk produk dengan CTR tinggi. Biarkan sistem "attention" Shopee bekerja otomatis. Charge per views/impression pada katalog CTR tinggi = minimalisir loss budget.

Metrik PTR

Pantau Purchase-Thru Rate — seberapa lancar alur dari Klik ke Pembelian (Click : Order). Produk CPC murah tidak selalu lebih efektif dari CPC tinggi.

Product Page

Product page berfungsi sebagai conversion trigger: visual, value proposition, social proof, urgency, offer. User experience seamless = potensi konversi naik.

03Audience Intent & Traffic Allocation

Tidak semua traffic memiliki kondisi yang sama

Komunikasi ke dua audience ini berbeda — gabisa disamain. Masing-masing funnel punya pendekatan komunikasi yang berbeda.

Low Intent Audience

Pertengahan bulan / setelah twindate lewat

Pendekatan: End benefit, emotional hook — tebar pesona, bangun keinginan dulu

High Intent Audience

Payday & Twindate, Harbolnas

Pendekatan: Direct, to-the-point, reminder — gas langsung ke konversi

Traffic Allocation: Scaling untuk Efisiensi (HI:LI per Week)

Cek rasio pengunjung baru vs lama di Shopee Seller Center → Tinjauan Pengunjung. Sesuaikan rasio HI:LI berdasarkan data ini.

W1
HI:LI
70:30
Banyakin reminder / BOFU
W2
HI:LI
30:70
Emotional hook, benefit, urgency (tebar pesona)
W3
HI:LI
30:70
Emotional hook, benefit, urgency (tebar pesona)
W4
HI:LI
70:30
Banyakin reminder / BOFU
04Arsitektur Promosi

Saat fitur promosi saling terhubung, friksi hilang, konversi berlipat ganda

Fitur promosi di Shopee adalah ekosistem yang saling terhubung. Tujuannya bukan sekadar mendatangkan traffic, tetapi menciptakan distribusi message dan momentum yang terintegrasi di setiap touchpoint. Masing-masing fitur punya cara yang berbeda untuk solve problem audience — harus pake strategi, ga asal kasih promo.

Tingkatkan Kunjungan

  • Iklan Shopee
  • Flash Sale Toko Saya
  • Iklan Eksternal Shopee
  • Koin Penjual

Tingkatkan Penjualan

  • Diskon
  • Voucher Toko Saya
  • Affiliate Marketing Solution
  • Hadiah Penilaian
  • Chat Broadcast

Tingkatkan Interaksi Pembeli

  • Shopee LIVE
  • SPayLater Xtra 0%
  • Promo Ongkir Toko
  • Game Toko
  • Promo Livestream Affiliate
Baca/urutan mapping ke funnel: dari kanan ke kiri → Awareness → Consideration → Conversion → Retention
05Data-Driven Optimization

Cara Menentukan KPI yang Benar

Berapa CPM/CPC/CVR yang bagus? Yang terbagus kita tentuin dari data historical sendiri — bukan standar yang orang-orang bilang.

Contoh: Spending sama, impresi turun signifikan, CPM naik super, click turun, CTR naik, order turun, omzet turun, ROAS turun, CVR naik → artinya Shopee kasih ke audience yang potensi tinggi untuk beli, walaupun cost per order jadi lebih mahal. Kita perlu breakdown data seperti ini untuk tau what actually happened on our ads performance.

Contoh Breakdown Ads Performance

Metrik1–16 Mei1–16 JuniChange (%)
Ads SpentRp6,800,000Rp6,200,000-8.82%
Impression711,297127,610-82.06%
CPMRp9,560Rp48,585+408.22%
Click17,0005,500-67.65%
CPCRp400Rp1,127+181.82%
CTR2.39%4.31%+80.33%
Orders400208-48.00%
Avg Order ValueRp400,500Rp464,423+15.96%
Revenue (dibuat)Rp160,200,000Rp96,600,000-39.70%
Conversion Rate2.35%3.78%+60.73%
ROAS23.5615.58-33.86%
Cost Income Ratio4.24%6.42%+51.21%
Tutorial dan template breakdown ada di Drive tim.
06Product Page Optimization
Slide 1
Hook + Clarity
"Gua sibuk, waktu gua berharga, gak paham lu jualan apa"
Tampilkan produk jelas, tembak 1 pesan utama agar audiens berhenti scrolling.
Slide 2
End Benefit
"Frustrasi kondisi sekarang, gak kebayang hasilnya gimana"
Tunjukkan Before-After & keuntungan emosional yang mereka mau capai.
Slide 3
Value Proposition
"Semua brand bilangnya terbaik. Apa bedanya sama produk sebelah?"
Data spesifik, ingredients aktif, fitur unik. Runtuhkan skeptisisme logis.
Last slide
Authority & Trust
"Gua takut ketipu. Gimana kalo duit gua habis sia-sia?"
Testimoni asli, total penjualan, BPOM/Halal, garansi resmi.
Brand referensi best practice: Scarlett Judydoll Lab on Hair Freemir

Hook + Clarity — 1 pesan solusi utama

Kalau orang harus mikir dulu produknya apa, berarti foto itu gagal. Tampilkan produk sebagai Point of Interest, bukan properti latar.

✓ Lakukan

1 pesan utama → pain point audiens. Skincare: "Bersih & cerah dalam sekali bilas" · Haircare: "Rambut tumbuh dalam 14 hari" · Beauty: "Memanjang & lentik 12 jam"

✗ Jangan

Tagline puitis abstrak, logo kegedean, atau foto estetik yang tidak ada tujuannya

End Benefit — Jual solusi, bukan produk

Orang gak beli skincare → mereka beli kulit glowing. Orang gak beli suplemen → mereka beli badan yang fit. Orang gak beli baju → mereka beli penampilan kurus/tinggi.

✓ Lakukan

Before-after · Visualisasikan transformasi yang mereka mau · Tonjolkan keuntungan emosional

✗ Jangan

Cuma pajang foto produk datar atau fokus jelasin spesifikasi teknis saja

Kalau orang gak bisa ngebayangin diri mereka lebih pede pakai produk lu → benefit lu gagal.

Value Proposition — Counter keraguan pake data

Hal yang lebih logic: ingredients, fitur, angka hasil riset, atau komparasi fitur spesifik vs kompetitor.

✓ Lakukan

Ingredients/material spesifik · Angka konkret (3X merangsang pertumbuhan, 36% mengurangi ketombe) · Komparasi fitur langsung

✗ Jangan

Kata "berkualitas tinggi" atau "terbaik" — terlalu general dan klise

Kalau alasan kenapa harus beli di lu gak bisa dibuktikan pake data → penawaran lu gagal.

Authority & Trust — Sapu bersih ketakutan audiens

Tutup keraguan pake testimoni, BPOM/tersertifikasi, atau dipake Tasya Farasya dll. Orang beli dari toko yang mereka percaya.

✓ Lakukan

Screenshot testimoni asli · Angka penjualan masif "Terjual 10.000+ pcs" · Klaim posisi market · Sertifikat BPOM & garansi anti-zonk

✗ Jangan

Klaim tanpa bukti · Tidak ada jaminan yang mengamankan keputusan pembelian

07Integrasi CPAS & Remarketing

Omset drop ≠ selalu kurang traffic baru

Traffic baru selalu datang dengan biaya baru (iklan, edukasi, kepercayaan, konversi). Makin dingin audience, makin mahal biaya yang dibayar.

Traffic baru = Akuisisi

Biaya tinggi. Perlu bangun ulang awareness dari nol.

Traffic lama = Aset

Biaya lebih murah. Udah kenal produk, udah dekat sama transaksi.

CPAS bantu balikin orang yang udah pernah menunjukkan minat. "Balikan lebih murah daripada PDKT orang baru." Biayanya harusnya lebih murah karena ngejaring yang sudah kenal produk.

Sumber Audience CPAS

Semakin kuat signal audience, semakin tinggi peluang konversi.

Marketplace Signal

  • Purchaser
  • Add to Cart
  • Product View

Meta Signal

  • Instagram Engager
  • Facebook Engager
  • Website Visitor

Customer Signal

  • Customer Database
  • Existing Buyer