Macro Conv = Sales (tujuan akhir). Micro Conv = Sales yang tertunda — sinyal intent di tengah funnel.
Kebanyakan orang fokus di Conversion, padahal bocornya bisa dari mana saja di funnel.
Look for the leaks. Where do people drop off?
Optimize the product page & the trust signals.
Revenue is the byproduct of a frictionless experience.
Scale budget tanpa perhitungan — panas ngelihat kompetitor naik
Produksi konten banyak tanpa struktur objektif yang jelas
Gonta-ganti promo setiap hari, perang harga, pembeli jadi ga loyal
Fokus ke Volume Traffic sebanyak-banyaknya
Fokus ke Attention & Behavior
Alokasikan budget hanya untuk produk dengan CTR tinggi. Biarkan sistem "attention" Shopee bekerja otomatis. Charge per views/impression pada katalog CTR tinggi = minimalisir loss budget.
Pantau Purchase-Thru Rate — seberapa lancar alur dari Klik ke Pembelian (Click : Order). Produk CPC murah tidak selalu lebih efektif dari CPC tinggi.
Product page berfungsi sebagai conversion trigger: visual, value proposition, social proof, urgency, offer. User experience seamless = potensi konversi naik.
Komunikasi ke dua audience ini berbeda — gabisa disamain. Masing-masing funnel punya pendekatan komunikasi yang berbeda.
Pertengahan bulan / setelah twindate lewat
Pendekatan: End benefit, emotional hook — tebar pesona, bangun keinginan dulu
Payday & Twindate, Harbolnas
Pendekatan: Direct, to-the-point, reminder — gas langsung ke konversi
Cek rasio pengunjung baru vs lama di Shopee Seller Center → Tinjauan Pengunjung. Sesuaikan rasio HI:LI berdasarkan data ini.
Fitur promosi di Shopee adalah ekosistem yang saling terhubung. Tujuannya bukan sekadar mendatangkan traffic, tetapi menciptakan distribusi message dan momentum yang terintegrasi di setiap touchpoint. Masing-masing fitur punya cara yang berbeda untuk solve problem audience — harus pake strategi, ga asal kasih promo.
Berapa CPM/CPC/CVR yang bagus? Yang terbagus kita tentuin dari data historical sendiri — bukan standar yang orang-orang bilang.
| Metrik | 1–16 Mei | 1–16 Juni | Change (%) |
|---|---|---|---|
| Ads Spent | Rp6,800,000 | Rp6,200,000 | -8.82% |
| Impression | 711,297 | 127,610 | -82.06% |
| CPM | Rp9,560 | Rp48,585 | +408.22% |
| Click | 17,000 | 5,500 | -67.65% |
| CPC | Rp400 | Rp1,127 | +181.82% |
| CTR | 2.39% | 4.31% | +80.33% |
| Orders | 400 | 208 | -48.00% |
| Avg Order Value | Rp400,500 | Rp464,423 | +15.96% |
| Revenue (dibuat) | Rp160,200,000 | Rp96,600,000 | -39.70% |
| Conversion Rate | 2.35% | 3.78% | +60.73% |
| ROAS | 23.56 | 15.58 | -33.86% |
| Cost Income Ratio | 4.24% | 6.42% | +51.21% |
Kalau orang harus mikir dulu produknya apa, berarti foto itu gagal. Tampilkan produk sebagai Point of Interest, bukan properti latar.
1 pesan utama → pain point audiens. Skincare: "Bersih & cerah dalam sekali bilas" · Haircare: "Rambut tumbuh dalam 14 hari" · Beauty: "Memanjang & lentik 12 jam"
Tagline puitis abstrak, logo kegedean, atau foto estetik yang tidak ada tujuannya
Orang gak beli skincare → mereka beli kulit glowing. Orang gak beli suplemen → mereka beli badan yang fit. Orang gak beli baju → mereka beli penampilan kurus/tinggi.
Before-after · Visualisasikan transformasi yang mereka mau · Tonjolkan keuntungan emosional
Cuma pajang foto produk datar atau fokus jelasin spesifikasi teknis saja
Hal yang lebih logic: ingredients, fitur, angka hasil riset, atau komparasi fitur spesifik vs kompetitor.
Ingredients/material spesifik · Angka konkret (3X merangsang pertumbuhan, 36% mengurangi ketombe) · Komparasi fitur langsung
Kata "berkualitas tinggi" atau "terbaik" — terlalu general dan klise
Tutup keraguan pake testimoni, BPOM/tersertifikasi, atau dipake Tasya Farasya dll. Orang beli dari toko yang mereka percaya.
Screenshot testimoni asli · Angka penjualan masif "Terjual 10.000+ pcs" · Klaim posisi market · Sertifikat BPOM & garansi anti-zonk
Klaim tanpa bukti · Tidak ada jaminan yang mengamankan keputusan pembelian
Traffic baru selalu datang dengan biaya baru (iklan, edukasi, kepercayaan, konversi). Makin dingin audience, makin mahal biaya yang dibayar.
Biaya tinggi. Perlu bangun ulang awareness dari nol.
Biaya lebih murah. Udah kenal produk, udah dekat sama transaksi.
Semakin kuat signal audience, semakin tinggi peluang konversi.